Alur Pengurusan BPJS Dari Faskes Tk 1 Sampai Rumah Sakit Tipe B

Halo rekan semua, akhirnya setelah hampir 2 tahun vakum menulis, sekarang bisa berkesempatan menulis lagi di sela-sela kesibukan. Sebenarnya banyak tutorial yang ingin saya bagikan seputar pemerogram maupun server berbasis linux. Namun kali ini saya ingin membagikan bagaimana mengurus BPJS dari Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 sampai ke Rumah Sakit Tipe B.

Alhamdulillah tepatnya 11 Desember 2020 kami dikaruniai anak kedua yang berjenis kelamin Laki-Laki dengan berat badan 2.900 gram dan panjang 48 cm. Alhamdulillah ibu dan anak dikaruniai kesehatan melalui persalinan Operasi Cesar (SC), nanti di lain kesempatan akan di bagikan juga bagaimana memakai BPJS untukĀ  melakukan persalinan SC di rumah sakit. Nah kembali ke anak kedua kami, secara keseluruhan anak kedua kami dinyatakan sehat dan normal, hanya saja anak kedua kami mengalami Cleft Lip With Palate (CLP) atau mengalami pembukaan celah bibir dan celah langit-langit mulut. Pengobatan untuk CLP adalah dilakukan operasi penutupan celah bibir dan celah langit-langit mulut, nanti di lain kesempatan akan saya jelaskan bagaimana tahap pengobatan untuk bayi dengan CLP tersebut.

Lokasi saya berada di provinsi Lampung, yang mana hanya ada 1 dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi estetik di provinsi Lampung. Untuk alur pertama pengurusan BPJS dimulai dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 yaitu puskesmas. Setelah melakukan pendaftaran, anda akan diarahkan untuk diperiksa sesuai protokol covid-19 sebelum menemui dokter. Setelah diperiksa oleh dokter, anda akan dirujuk ke rumah sakit tipe C. Ini dikeranakan saat melakukan pencarian, dokter spesialis bedah plastik ditemukan di salah satu rumah sakit tipe C yaitu di rumah sakit DKT Lampung. Oh iya, syarat administrasi di tingkat puskesmas / Faskes Tk 1 adalah fotokopi Kartu Keluarga, Foto Kopi KTP Orang tua dan Kartu KIS anak.

Segera setelah kami menerima rujukan dari puskesmas, kami langsung menuju ke rumah sakit DKT karena pada surat rujukan, dokter praktik di hari yang sama saat kami menerima rujukan. Alur yang harus diikuti adalah mendaftar ke Poliklinik dengan menyerahkan surat rujukan yang didapat dari puskesmas, kemudian menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga, Foto Kopi KTP Orang tua dan Kartu KIS anak. Setelah itu anda akan diarahkan ke petugas BPJS rumah sakit untuk diverifikasi dan diterbitkan SEP (Surat Eligible Peserta). Setelah diverifikasi petugas, selanjutnya anda bisa langsung ke poliklinik untuk diperiksa dokter.

Setelah diperiksa dokter, ternyata di rumah sakit DKT baru bisa mengoperasi setelah anak kami berusia 1 tahun. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Tipe B yaitu Rumah Sakit Dr Abdul Moeloek (RSAM). Setelah itu dokter memberi surat rujukan dan kami langsung menuju petugas BPJS untuk diterbitkan Surat Pengantar Rujukan.

Beberapa hari berikutnya sesuai jadwal dokter spesialis yang tertera di surat rujukan, kami menuju RSAM ke bagian Instalasi Rawat Jalan, gedungnya tepat di depan parkiran pintu masuk yang jaman dahulu. Kami mendatangi bagian informasi dan diberikan nomor antrian untuk menuju loket registrasi pasien bpjs, oh iya sebelumnya jangan lupa fotokopi dulu surat rujukan dari RS sebelumnya, karena akan diperlukan untuk kontrol lanjutan. Tiba di loket registrasi pasien bpjs, karena pasien baru, maka harus disiapkan fotokopi kartu keluarga sebagai data rekam medik anda, jangan lupa juga serahkan surat rujukan asli dan KIS asli anda (apabila pakai mobile JKN, cukup print kartu saja dan bilang bahwa kita memakai mobile JKN). Proses memakan waktu kurang lebih 5 menit, setelah itu kita diberikan nomor antrian poliklinik dan bisa langsung menuju poli yang dituju.

Itulah alur pengurusan BPJS dari Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 sampai Rumah Sakit tipe B. Ini saya tulis semata karena masih sulitnya saya mencari informasi bagaimana mengurus pengobatan menggunakan BPJS. Semua proses sudah berjalan profesional dan cepat. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami.

Sampai ketemu lagi di postingan yang lainnya.

Tags:,

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *