Penyakit Mencret Pada Bayi

Mau berbagi ke teman-teman tentang penyakit mencret yang menyerang anak usia 1-1,5 tahun. Beberapa waktu lalu Izzis terkena penyakit BAB dengan intensitas sering serta cair (bahasa italinya >> MENCRET). Penyakit ini disebabkan kebersihan makanan yang tidak terjaga serta kontak dengan benda yang tidak bersih.

 

Karena sudah 3 hari tidak kunjung ada peningkatan yang signifikan, jadi Izzis kami bawa ke dokter. Dokter Robert Simanjuntak yang kami pilih, beliau salah satu dari dokter generasi senior. Ciri khas dokter senior, pemeriksaannya lama karena memang mendetail. Kami mendapat nomor antrian 10 baru masuk untuk diperiksa jam 9.30 malam. Padahal dokter praktek pukul 18.30, cukup lama bukan kami menunggu? :D.

 

Obat yang diberikan dokter ada 6 macam, kasihan sebenarnya dengan Izzis yang harus minum obat begitu banyak macamnya. Tapi tidak masalah karena memang sudah sesuai dosisnya. Obatnya antara lain cefixime, neo kaolana, inter zinc serta obat racik.

 

Tapi dari itu semua, yang paling penting dalam pengobatannya adalah menjaga kebersihan. Terlebih saya yang membuat susunya harus sering- sering cuci tangan sebelum membuat susu. Kemudian selama diare tersebut, Izzis tidak diberi susu, tidak boleh makan sayur dan buah dulu. Cukup bubur dan daging serta diberi kecap sedikit. Ternyata susu bebas laktosa atau kata orang >> susu mencret itu diberikan saat anak sudah berangsur sembuh dan sebagai perantara untuk kembali ke susu sebelumnya.

 

Itu salah satu pengalaman kami buat Izzis tercinta. Sekarang Izzis Alhamdulillah sudah sehat kembali dan menunjukan kepintaran-kepintaran yang baru.

 

Semoga bisa membantu teman-teman sekalian yah :D.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *